The (Sharingfoto) bids so far Jakarta Post Redesign
Feb 20

Kenapa si ga ada situs stok foto di Indonesia? Saya rasa pasarnya ada, banyak sekali lo blogger dan web designer di Indonesia yang pastinya membutuhkan banyak muatan lokal, termasuk saya sendiri. Sering sekali saya mencari stok foto diluar untuk situs indonesia dan akhirnya memasang foto yang orang-orang bertampang mirip (atau memang) cina, filipina atau thailand, karena itu yang paling dekat ke tampang khas Indonesia.

Tapi sering kali Saya malah tidak bisa menemukan foto yang tepat untuk itu. Dan sering kesal saja.. Jadi mengapa tidak ada situs stok fotografi lokal?

Memang saya lihat banyak juga situs komunitas fotografer seperti fotografer.net, indogaleri.com dan sharingfoto.com tapi situs-situs tersebut kebanyakan adalah situs showcase dan bukan spesifik untuk berjualan foto secara masal dan sebagai foto stok.

Ok, daripada hanya komplain saja, mungkin ada baiknya saya sebutkan juga manfaat dari adanya situs stok foto lokal, baik bagi fotografer, publisher (blogger dan web designer) dan tentu saja kepada situs yang membuatnya.

  • Untuk Fotografer sepertinya sudah cukup jelas, mereka bisa menjual foto mereka dan mendapatkan keuntungan secara langsung. Jual dengan harga misalkan Rp. 10.000,-. Wah murah amat? Ya memang, namanya juga stok foto. Tapi perlu diingatkan bahwa foto tersebut bisa dijual lagi secara terus menerus, dan karena ini produk maya (foto tersebut hanya file) jadi tidak akan rusak dimakan waktu dan akan terus produktif. Coba dihitung, bila laku 100 buah foto maka akan mendapatkan Rp. 1.000.000,-. Menarik bukan? Jadi mengapa tidak? Saya yakin pasarnya pasti lebih besar untuk stok foto daripada untuk foto karya seni yang hanya segelintir orang yang bisa membelinya.
  • Untuk Publisher, mereka bisa mendapatkan foto yang mereka butuhkan untuk blog atau desain web, brosur mereka yang sesuai dengan content lokal mereka. Dan mereka bisa dapatkan dengan harga yang relatif murah.
  • Untuk pembuat situs bisa mendapatkan untung dari margin penjualan stok foto dan menariknya lagi, membuat para fotografer yang bergabung dengan mereka mengisikan situs dengan foto-foto buatan mereka. Repot di awal, untung di akhir!

Ok, mudah-mudahan dengan rincian keuntungan diatas semoga akan ada yang membuat situs stok foto di Indonesia yang tentu saja diharapkan penuh dengan konten lokal. Why? Because it’s time we have one!

Oh iya, ini ide yang menarik juga nampaknya.

~Kalo ga ada yang mau bikin ya su, Ollie, Satya, ayo kita bikin!

edited:
Langsung di respon om Harry J dengan mengajak kerjasama! WOW! fast response indeed :D Akan segera ditindak lanjuti dengan rapat pertama hehehe, ada yang berminat ikut nimbrung ide?

written by Kuy


26 Responses to “Mengapa tidak ada situs stok foto di Indonesia”

  1. 1. Yogi Says:

    Karena orang Indonesia suka yang gratis, tinggal save as langsung bisa dipake :D

  2. 2. Satya Says:

    jawaban cepat: karena ga ada yang mau bayar

    jawaban setelah mikir: karena fotografer sini suka sok keren, pasang harga tinggi

  3. 3. Ollie Says:

    Good Idea! Actually ada loh web stock foto local itu tapi minim promosi (makanya gue sendiri lupa haha). Waktu itu taunya dari pameran fotografi. Terus terang byk client minta foto wajah-wajah Indonesia yang susah banget untuk gue penuhi dan kadang mereka malah harus shot photo sendiri yang cost-nya gede.

    Saya mau kok bayar. Yang penting murah kan. :D

    YUK BIKIN (kebanyakanrencanayangmanaduluannih) hehe

  4. 4. Aria Rajasa Says:

    Wakakak, tadi baru di message anggikrisna, katanya mas Harry ma Godote mo bikin. Tapi ga ada kabar sampai sekarang. Yaaa kalo mereka lom bikin, kita bikin ntar de for them wekekek.

    Gw si ga terlalu peduli sapa yang bikin, yang penting ada dan memajukan nama Indonesia! :D

  5. 5. Aulia Says:

    nanti ada di sharingstockfoto.com :P

  6. 6. Jauhari Says:

    Kalo ada yang mau bikin info2 ke saya ya.

    Salam,
    -js-

  7. 7. Monika Tanu Says:

    Hihihi… soalnya Mas, sebelum terjual, udah keburu dicomot dan langsung dipake… rugi juga ujung-ujungnya ^^

  8. 8. Ihtatho Says:

    Mampir di blog ini gara2 lagi search tentang stock foto di indonesia. Gimana mas perkembangan diskusi tentang situs stock fotonya?

    Salam kenal

  9. 9. Kuy Says:

    Sedang dibuat :D sabar ya.. should be in beta in about 2 months or so

  10. 10. tukang nanya Says:

    kalo bayarnya 10ribu bayarnya gimana ? masa beli poto atu ato dua doang kudu repot2 ke atm transfer2an ?

    trus orang bukannya beli stock photo itu rata2 untuk komersial ? dan seinget gue fotographer.net dah ngelakuin ini bukan…actually banyak ad agency di indo yang merefer kesana trus kontak langsung ajah

    situs2 foto yg gue pernah tau : ayofoto.com, foto-foto.com, inifotoku.com…gue yakin masi banyak lagi deh

    dont re-invent the wheels…mendingan buat bisnis ban vulkanisiran kekekeke…blue ocean strategy man!

  11. 11. Aria Rajasa Says:

    Mungkin sebelum bertanya, Anda sebaiknya cari tahu dulu apa itu stock photo dan coba bandingkan dari semua situs yang Anda berikan, apakah benar mereka jual stok foto?

    Itu aja si..

  12. 12. rahmat Says:

    saya punya banyak stok foto lama. Terutama foto foto jaman sebelum kemerdekaan, baik zaman kolonial, maupun pergerakan. Apa data-data itu bisa di jadikan stok Foto? kalo ia bagai mana caranya?
    Trimakasih sebelumnya atas jawaban yang di berikan.

  13. 13. ani Says:

    ada tuh mas web nya
    http://www.stockphotosindonesia.com/

    salam kenal

  14. 14. R. Muhammad Shiddiq Says:

    Wahhh, menarik juga pembahasannya;

    Sama seperti ketika seorang photografer berkata; ahhh … masa nulis-nulis ajach mahal banget, adalah pekerjaan yang dilakukan seorang copywriter.
    Mungkin yang “mahal” adalah ide nya dalam suatu penulisan, mungkin harus merenung dulu, naik gunung dulu, nongkrong dulu di starbuck.
    Bagi yang tidak mengerti “proses”nya pasti akan berkata demikian, bisa kebayang bahwa adanya tagline “Losta Masta” atau “Enjoy Ajach” atau yang lainnya .. masih banyakkkk ….. itu pasti survei dulu, merenung dulu, sampling dulu …. wahhhh …. begitulah prosesnya, yang pasti mengeluarkan banyak biaya atau paling tidak ada biayanya, dan bukan biaya untuk “menulis Losta Masta” tersebut, tapi proses itulah yang dibayar.

    Begitulah kalau kita coba sedikit mengerti dan coba menghargai arti sebuah “nilai seni”.
    Photography, membutuhkan peralatan yang tidak murah, hunting untuk menunggu moment, harus membayar object yang difoto, harus mempunyai komputer untuk ngedit foto, mempunyai model release dari model yang difoto dan masih banyak lagiiiii …….

    Rate untuk stock foto adalah sekitar Rp. 500.000,- s/d 2.500.000,- per shoot photo, itu adalah harga pasar yang ada pada saat ini, baik untuk kebutuhan web atau print, biasanya berlaku selama 1 tahun kontrak.

    Kalau sekedar “copy” dan “paste” saja, berhati-hatilah akan suatu tuntutan hukum kemudian, karena di Indonesia sudah berlaku HAKI.

    Kalau sekedar dihargai (maaf) sebesar Rp.10 ribu, sama seperti kelakar seorang designer komputer “Kasih ajach mouse-nya !”. Maksudnya “Sok Manggaaaaa …… di gawe dewe”

    Marilah kita sama-sama menghargai hak cipta bangsa kita sendiri, marilah kita majukan “seni” ini.

    Semoga Berkenan;

    R. Muhammad Shiddiq
    Photographer

  15. 15. Aria Rajasa Says:

    Wah, insight yang menarik sekali dari saudara M. Shiddiq. Tapi mungkin saya bisa jelaskan lebih jauh mengenai konsep stok foto ini. Stok foto yang saya maksud itu bukan sesuatu yang diminta oleh client lalu Anda foto, tapi sesuatu yang Anda foto lalu Anda jual.

    Seperti misalkan dalam profesi saya perumpamaannya seperti ini: Sering lihat situs jualan template? Mekera berani sekali menjual murah template tersebut karena mereka bisa jual itu berulang-ulang. Coba bandingkan dengan kami para web designer yang mengalami proses mengidentifikasi maunya client, membuatnya, lalu bolak balik sampe bener. Jadi saya bisa bilang kalau saya mengerti pemikiran mas, dan saya bisa bilang, kalau pasar keduanya itu beda!

    Monggo mas dilihat situs stokfoto luar yang berani menawarkan dengan harga $1 per foto, dan coba dianalisa lebih lanjut mengapa mereka bisa sukses dengan model seperti ini.

    Begitu mas, semoga bermanfaat dan tidak menyinggung.

  16. 16. agus salim Says:

    ada mas…bulan feb atau maret sudah on line ppasangfoto.com…situs yang benar benar mau jual foto..dengan murah..ingin jelas email ke nksalimov@yahoo.com..trims

  17. 17. erwinova Says:

    Kebetulan saya dah punya 3.000-an foto (dan terus bertambah). Kalau beli foto saya yg menggunakan model2 indo disini aja:

    http://www.fotolia.com/p/341032/partner/341032
    http://www.dreamstime.com/resp390943
    http://www.istockphoto.com/file_search.php?action=file&userID=1993340&refnum=erwinova

    Kalo susah belanja melalui web luar bisa pesan aja langsung ke erwinova@gmail.com, cari foto dari link di atas lalu kasih aja link nya, nanti saya cariin filenya di HD komputer.
    Harganya 10rb itu yg small 800×533, 20rb medium 2121×1414, 30rb large 2738×1825, 40rb maximum.

    Yang terpenting adalah kalau beli di saya fotonya “halal” and legal, bebas dari was-was, baik hukum dunia atau akhirat :)

    erwinova

    nb: Tolong delete postingan saya yg pertama :)

  18. 18. Dian Pertiwi Says:

    Saya nemuin situs fotografi asli indonesia yang sudah bisa mengakomodir jual beli foto online… belum di launching… tapi denger2 sih akhir tahun ini pasti di release…. wong udah ada previewnya… bukan prototype lagi… tapi udah beta version…
    Untuk lihat tampilan beta version… bisa lihat disini:
    http://www.ayofoto.com/blog/38/368/preview-ayofoto-com-4-0/ (tapi butuh login)

    Untuk promo dari fitur tadi, ada disini:
    http://www.ayofoto.com/forum/29/3254/discount-up-to-50-basic-pro-account-only-on-july-2009/

    Sedang digarap payment gatewaynya… kalau engga credit card dan/atau paypal..

    Semoga info tadi berguna bagi temen2…..

  19. 19. Dian Pertiwi Says:

    Sorry, info lagi… baru mampir ke http://www.pasangfoto.com... upload foto online, tapi proses jual belinya offline.

    Rasanya kalau ayofoto.com… bener2 jual beli foto secara ONLINE… karena alur prosedur dan aturan mainnya mengikuti stok foto yang sudah ada diluar negeri (buatan bule-nong), seperti fotolia, istockphoto, dll… mulai dari upload foto, beli kredit online, dan kirim barangnya pun online.

    Lebih ke arah microstock… belum premium seperti gettyimage/corbis.

    dan karena perusahaan lokal, pembayarannya pake bank lokal (BCA dan BNI)

  20. 20. ujang Says:

    klo butuh foto ane baru pesan disini aja

    http://www.denieksukarya.com, masih offline belinya.

    pemikiran daku,
    sebenarnya orang indonesia ini , memang selalu banyak takutnya dan tidak memikirkan masa depan, yang dipikirkana cuma hari ini saja.
    maksudnya hari ini kudu dapat uang berjuta-juta besok ga dapat ya.. ga pa2.^^)

    bro, sedulur-sedulur fotografer .. sekarang teh harga alat fotografi orang smua dah mampu beli, dan kadang2 orang butuh foto tidak melihat bagus fotonya, yang dilihat cocok nya foto dengan aplikasinya., yang butuh ilmu lebih ya.. cuma foto indoor, klo outdoor, yang pegang kamera juga dah bisa tuh pake digital ^^. dan dah banyak tuh workshop2 fotografi.

    ingat masalah permusikan di indonesia, dulu banyak lagu2 indonesia yang dibajak dan pembuat musik hanya dapat dikit dari royaltinya, tp sekarang dengan waktu berjalan dan maraknya RBT di hp, bisa dibayangkan pemusik pendatang baru bisa mendapatkan 1 milyar dalam sebulan, jadi ga peduli lagi dengan bajak-membajak, malah senang lagunya cepat terkenal lewat download gratisan.

    ayoo, para fotografer indonesia sudah bukan waktunya punya otak sedikit, sori agak kasar. kembangkan bagaimana anda bisa jualan tuh foto2 dari pada di simpen mengharapkan orang kaya beli karya anda 5 juta perfoto (hariii gene .. ).

    sekarang ini mah.. orang indonesia juga dah lebih teratur dan menghargai karya anak bangsa.

    bukan orang indonesia saja, yang butuh foto2 nusantara, tp orang2 dibelahan tetangga negara kita juga butuh.,

    jadi pikirkan ide jual murah tapi long time ^^, klo ga mo dibajak , ya.. pikirkanlah caranya , jangan langsung menyerah dan takut.. aneh.. tikus aja selalu berfikir dan waspada. sori agak kasar lagi. ^^

    soalnya ane. emang salah satu orang yang butuh stock foto indonesia look^^,

  21. 21. Dibya Pradana Says:

    teman-teman,
    sekarang ayofoto.com 4.0 telah diluncurkan..

    benar seperti katanya mba Dian Ratna diatas, ayofoto.com sekarang sudah seperti istockphoto/shutterstock prosedur jual-beli fotonya..

    artinya semua online, dan yg diupload adalah file foto asli (tentunya ada proses kurasi sebelumnya untuk setiap foto yg akan dijual)

    harga jual mengikuti pasaran stock-photo yaitu harga ekonomis, bukan juta-jutaan per fotonya..

    lisensinya untuk awal launching ini adalah royalty-free, no-time-limit, no-derivative-work, single-user

    silakan teman-teman, kita sukseskan sama-sama (truly) stock-photo media satu-satunya di Indonesia ini…

    salam..

  22. 22. Abu Raiqa Says:

    Salam :)

    Seru juga bahasan disini. ada yang kasih opini bahkan solusi. tapi dari tadi belum ada temen2 yang kasih kriteria situs stock foto idealnya yang selain berisi foto indonesia tapi proses dan tampilannya serta fungsinya juga indonesia banget. misalnya, menurut teman2 disini, lebih prefer transaksi online atau offline? atau harga eceran terendah dan tertinggi yang make sense untuk kita beli tuh berapa? jd kalo ada temen yang akhirnya buatain kita situs idaman ini, ide dan saran kita bisa tertampung dan terealisasi dgn baik :)

    oke deh, mulai dari saya ya…

    buat saya, transaksi offline lebih indonesia biarpun kdg suka lama, selain itu struktur dan interfacenya harus indonesia jg, terutama sistem sorting keyword dalam bahasa indonesia (bilingual jg oke)…harga ya berkisar dari 10.000 – 50.000,

    kalo temen2 yang lain gmn?…

    ayo wujudkan impian kita memiliki situs stock foto nasional :)

    salam.

  23. 23. Dammer Saragih Says:

    Saya adalah fotografer profesional yang dulu pernah menjadi Web Designer. Dulu juga beberapa kali karya dibeli/sewa utk kebutuhan Print (bukan web). Tertarik dengan komentar Ujang diatas ada beberapa poin yang ingin saya komentari :

    Alat Fotografi Semakin Murah
    Setuju. Tapi bila anda melihat untuk kelas entry level. Memang ada camera kit berharga dilevel 5 jt-an. Tapi untuk level profesional TIDAK SETUJU. tahukah anda berapa harga Phase One atau Leaf?..Bila belum silahkan siap2x sakit jantung hehhee.. Karena harganya setaraf dengan mobil impian. Pemakainya tentu berbeda kelas dengan kamera 5 jt-an tsb. Dan tidak semua level fotografer mampu membeli. Siapa bilang hanya foto indoor yang butuh ilmu?. Saya mengerjakan banyak proyek foto indoor dengan artificial lighting. Tapi saya masih lemah di fotografi outdoor dan masih terus belajar. Tentunya membuat foto outdoor yang berkelas ya. Fotografi tidak hanya jepret terus liat LCD. delete bila jelek, dsb. Jangan samakan dengan kamera poket (hanya karena sama2x digital). Fotografi adalah pemahaman akan speed, diafragma, ISO baru kemudian komposisi, lighting, dst..Butuh waktu dan jam terbang yang sangat panjang

    Fotografer Sudah Waktunya Punya Otak Sendiri
    Kalo untuk saya..saya lebih baik tidak menjual stok foto saya dengan harga di bawah harga standard saya ketimbang jadi pelacur kelas jalanan utk harga yang (maaf) gak cukup beli bensin saya. Foto saya masih pernah dihargai oleh sebuah Bank pemerintah ternama dengan angka diatas anda sebut. Hare gene lo.. Begini bro… saya tidak bermaksud membela profesi saya dan menyerang profesi lama saya. Tapi harga adalah kejujuran. Jadi harga yang anda dapat adalah sesuai dengan kualitas yang anda peroleh. Itu hukum bakunya.

    Mengapa stok foto internasional mampu menjual dengan harga miring. Karena ya itu market mereka jauh lebih luas. Tentu bisa mendapatkan kuantitas yang sebesar2xnya. Beda dengan stok foto Indonesia yang memiliki keterbatasan pasar.

    Problem kedua adalah fotografer Indonesia belum terbiasa dengan bekerja untuk kebutuhan web yang tentu dari segi harga jauh dibawah kebutuhan Print. Itu kendalanya…

    Terus terang saya juga sedang mengimpikan membuat situs stock photo Indonesia. 5 tahun yl saya pernah membangun situs stok foto milik fotografer senior, Edward Tigor Siahaan. URL nya : http://www.senijurnal.com. Namun perkembangannya tidak begitu baik. Mungkin beliau tidak mendapatkan profit lebih dibandingkan job assignment utk corporate. Seorang sahabat saya Latif Yunianto, seorang Programmer yang hobi fotografi pernah juga membangun galerifoto.com. Namun mandeg beberapa tahun kemudian..

  24. 24. Aria Rajasa Says:

    Wah Pak Dammer, masuka yang baik sekali. Memang si untuk para fotografer yang menjual stok itu biasanya berada di level menengah ke bawah. Untuk mereka yang hanya hobi saja sampai yang sudah semi pro.

    Bila sudah sangat pro dan sudah bisa menghasilkan uang dengan cukup banyak di bidang fotografi saya rasa tidak akan tertarik untuk masuk ke stokfotografi :)

    Dan menurut saya juga beda domain sekali ya karena fotografer profesional akan membuat foto sesuai dengan keinginan client dan lebih mengarah ke artistik sedangkan stok foto lebih ke kehidupan dan kegiatan sehari-hari yang tidak perlu artisik, tapi cukup dalam level berguna.

    Tapi pembahasan yang menarik sekali :)

  25. 25. Lucky Says:

    Bisa coba liat ke capturephotography.net kalo nggak salah….

  26. 26. widi Says:

    jadi pengen nimbrung nih….
    2 tahun lalu saya memulai bikin site untuk stockphoto khusus Indonesia, tp sampe sekarang belum selesai juga. hal2 yang saya rasakan menghambat adalah:
    1. tidak ada software/script ‘ready-made’ yang sesuai dan reliable.
    2. rumitnya ‘term and condition’ agar aman dan tidak merugikan pihak manapun.
    3. butuh resource besar untuk web server, space maupun bandwidth.
    4. butuh manual proses di sisi payment ke fotografer maupun pembelian credit oleh buyer.
    5. Dilema ‘lebih dulu mana antara telor dan ayam’. Butuh banyak foto untuk menarik pembeli tp juga butuh banyak pembeli untuk menarik minat fotografer upload fotonya.
    6. ROI lamaaaa…….

    Hal2 tersebut bisa diatasi dengan 2 hal: “passion” dan “modal” yang cukup. sayangnya saya tidak punya itu. ada yang mau jadi investor? ;)

Leave a Reply