Mengapa semakin kamu sukses, semakin banyak yang akan benci

Seorang neurolog asal Austria bernama Sigmund Freud menelurkan sebuah teori tentang proyeksi psikologis. Bahwa pandangan kita terhadap orang lain sangatlah bergantung pada pandangan kita terhadap diri sendiri. Seperti misalnya kalau kita sangat posesif terhadap pacar dan takut dia akan selingkuh, kemungkinan besar karena kita merasa kita sendiri rentan selingkuh atau malah sedang selingkuh. Contoh lain adalah kalau kita homophobic, atau mengalami ketakutan tidak beralasan terhadap kaum gay, bisa jadi karena di dalam hati kita sebenarnya sedang mengalami kebingungan tentang orientasi seksual kita. Ini kita sering sebut sebagai insekuritas.

Insekuritas ini lahir dari diri sendiri, dan banyak sekali dalam dinamika hidup kita. Salah satunya adalah perasaan risih atau benci akan kesuksesan orang lain. Kebencian ini lahir dari kebencian terhadap diri sendiri, karena dia tidak sukses, orang lain harusnya tidak sukses juga. Semua ini terjadi dalam bawah sadar dan sangat sudah dikontrol. Dibutuhkan ketenangan batin yang tinggi untuk melewati perasaan itu dan sayangnya, tidak semua orang mempunyai ketenangan batin yang baik.

Ketenangan batin sayangnya tidak berhubungan sama sekali dengan kepintaran. Seseorang bisa saja mempunyai IQ tinggi dan tetap mempunyai perasaan seperti ini. Jadi bukan kebodohan yang menyebabkan kebencian, tapi insekuritas terhadap diri sendiri.

Itulah kenapa semakin kamu sukses, semakin tinggi karir kamu atau bahkan hanya berbeda saja dari kehidupan normal, kamu akan dibenci and that’s ok. Kenapa ini penting? Karena orang pada umumnya tidak ingin dibenci, ga enak gitu rasanya. Tapi dengan mengetahui alasan kenapa kamu dibenci, mungkin cukup untuk melepaskan beban di pundak yang menumpuk karena terus bertanya kenapa orang-orang sepertinya membenci kesuksesan atau perbedaan kamu.

Saya tahu, banyak kok yang tidak suka sama saya jadi saya pun pernah ada di situasi seperti ini. Untuk yang juga sedang mengalami hal yang sama dan merasa terbebani, ini cara saya untuk mengatasi perasaan ga enak tersebut.

Related:  Cara membuat startup baru tanpa uang sepeserpun!

Kamu tidak bisa menyenangkan semua orang

Kamu tidak mungkin menyenangkan semua orang. Pasti ada yang tidak suka dengan keputusan yang kamu ambil. Kamu tidak mungkin setuju dengan pendapat semua orang karena pendapat orang beda-beda. Karena tidak mungkin dilakukan, kenapa masih banyak yang mencoba melakukan? Ya mungkin mereka superman. Saya mah bukan, jadi saya lebih baik dengarkan pendapat orang dengan filter yang baik. Ambil yang berguna dan hiraukan yang tidak.

Masih banyak hal lain yang lebih pantas dikhawatirkan

Selama apapun kamu mencemaskan masalah ini, tidak akan hilang dengan sendirinya. Masih banyak hal lain yang harus kamu pikirkan, seperti pekerjaan kamu, bayar tagihan bulanan, cari pacar baru, dan banyak lagi. Beneran deh! Segitu tidak ada kerjaannya kah sampai dipikirkan terus? Saya selalu mengingat kata-kata dibawah ketika saya sedang down dan mulai kepikiran yang aneh-aneh:

“A lion doesn’t lose sleep over the whisper of sheeps”

Nah sekarang, kamu singa apa domba?

Peduli apa kata orang itu mahal harganya

Seberapa sering kamu menghabiskan uang karena “apa kata orang?”. Coba dihitung, barang-barang yang kamu tidak butuh hanya karena ingin pamer, kesempatan yang kamu tidak ambil karena takut dicibir, perkawinan yang sangat mahal sehingga membuat kamu masih tinggal di rumah mertua karena uang untuk membeli rumah sendiri sudah terpakai.

Memperdulikan apa kata orang itu mahal harganya dan kamu bayar itu setiap hari, kamu tidak sadar saja. Kebahagiaan itu gratis, yang bikin mahal itu ego.

Yang penting Happy

Saya selalu percaya kalau hanya orang yang bahagia yang bisa memberi kebahagiaan ke orang lain. Jadi selalu mulai dari diri sendiri. Ketika kamu mengikuti kata orang lain dan kamu tidak bahagia, hidup kamu tidak sesuai yang kamu mau atau kamu terjebak di pekerjaan yang tidak kamu suka karena ingin menyenangkan orang tua. Salah siapa? Ya salah kamu!

Related:  The Clone King is Coming to Town

Mulai dari diri sendiri, dan sebarkan kebahagiaan ke orang lain. Ketika kamu tidak bahagia, kamu hanya akan menyebarkan kebencian, dan menjadi satu grup dengan orang-orang yang membenci kamu ketika kamu sukses.

Berbahagialah untuk orang lain

Jalan orang itu beda-beda dan begitu juga dengan kesuksesan. Mungkin belum saatnya kamu sukses jadi jangan jadikan kesuksesan orang lain menjadi alasan atas kebencian kita. Mungkin kita masih belum cukup berusaha, mungkin kita belum siap. Berbahagialah dalam kesuksesan orang lain, mungkin dia akan ajarkan ke kamu tentang kesuksesannya dan menjadikan kamu lebih sukses. Kebencian terhadap orang sukses hanya akan menjauhkan kamu dari kesuksesan dan itu berarti kamu mensabotase diri sendiri.

“Be happy for others and other people will be happy for you.”

:)

Related Posts:

 

Aria Rajasa

Aria Rajasa Masna is a passionate businessman with an knack for design, casual fashion and also digital industry. Currently positioned as the head honcho of tees.co.id and swagshop.co. Doing his best challenging the impossible on the daily basis.

 
badge
%d bloggers like this: